Fermentasi Jerami Padi
Proses fermentasi Jerami Padi memerlukan lokasi yang ternaungi beralas tanah. Fermentasi jerami padi dimaksudkan untuk memanfaatkan hasil samping usaha pertanian padi dan meningkatkan kualitas jerami padi agar dapat dijadikan sebagai sumber pakan berserat ternak rumiansia.
Proses Fermentasi Jerami Padi :
1. Jerami ditumpuk dan dipadatkan dengan cara dinjak-injak dengan ketinggian 30cm pada lokasi ternaungi beralas tanah
2. Diatas tumpukan tersebut ditaburi Probiotik dengan dosis 0,6% dari berat tumpukan
3. Diatas tumpukan pertama diberi lagi jerami dengan tinggi tumpukan dan dipadatkan dengan cara dinjak-injak dengan ketinggian 30cm serta diberi kembali Probiotik dengan dosis 0,6% dari berat tumpukan
4. Perlakuan yang sama dilakukan sampai terbentuk beberapa tumpukan (tinggi minimal tumpukan adalah 1,5 meter)
5. Setelah terbentuk tumpukan yang dimaksud, dilakukan penyiraman tetes tebu sebanyak 4 liter/ton jerami dan penyiraman air untuk memberi kadar air tumpukan minimal sebesar 60% (kondisi yang baik untuk pertumbuhan mikroba fermentor)
6. Bila memungkinkan, lakukan penutupan dengan karung plastik untuk meratakan proses fermentasi
7. Biarkan terjadi proses fermentasi selama 9 – 12 hari
8. Setelah 9 – 12 hari, tumpukan dibongkar dan siap diberikan sebagai pakan ternak atau disimpan sebagai persediaan pakan berserat
.